Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk lokal berkualitas yang dihadirkan oleh para pelaku usaha binaan PLN. Booth UMKM PLN yang dikemas menarik menjadi salah satu daya tarik utama pameran tersebut dan berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado, Revi Aldrian, mengatakan bahwa keikutsertaan PLN dalam pameran yang diinisiasi oleh Indonesia Marketing Association (IMA) Sulawesi Utara merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan UMKM di berbagai sektor.
“Melalui kegiatan ini, PLN ingin memberikan ruang bagi para pelaku usaha, terutama entrepreneur muda binaan PLN, untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat,” ujar Revi Aldrian.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM menjadi bagian penting dari pelaksanaan program TJSL yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan.
“Melalui pameran ini, PLN ingin memperkuat eksposur produk lokal dan mempertemukan para pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas,” kata Usman.
Ia menambahkan, PLN berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendorong UMKM agar dapat berkembang secara mandiri serta naik kelas melalui berbagai inisiatif.
Produk-produk yang dipamerkan oleh UMKM binaan PLN sangat beragam dan mewakili berbagai sektor.
Di bidang kerajinan dan fesyen, terdapat Wale Gonofu yang menampilkan produk inovatif berbahan sabuk kelapa, seperti tas dan aksesori, Batik Bercerita dengan motif khas daerah, serta Ivonne Kowijaya yang menampilkan produk rajut buatan tangan.
Untuk sektor kuliner dan minuman, pengunjung menikmati kopi lokal dari Itang Street Coffee dan Ommokopi Bervespa, dim sum serta jeruk peras dari El Dim Sum, hingga berbagai camilan seperti Pismol, Hokaido Cheese Tart, dan Es Teler dari Maureen PisMol.
Pada sektor kue dan hasil bumi, tampil Momilan Cake & Dessert dengan aneka roti dan cheesecake, Rempeyeku, Keripik Goroho dan Keripik Kelapa dari Mom Miyuki, Lumpia Roa dari Mother Ri, serta Abon Cakalang Trikora yang telah digunakan oleh Mie Cakalang Indofood. Produk organik dari A’ Makalendong juga turut menjadi pilihan pengunjung.
Selain itu, PLN juga menghadirkan UMKM dari sektor jasa inklusif, yaitu layanan pijat dan refleksi yang dijalankan oleh pelaku usaha disabilitas sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi yang inklusif.
Salah satu peserta pameran, Momilan Cake & Dessert, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan PLN.
“Sangat bersyukur karena bisa memperoleh omzet Rp18 juta selama pameran ini. Terima kasih kepada PLN yang telah membantu kami, para pelaku UMKM binaan,” ujar perwakilan Momilan Cake & Dessert.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Dukungan terhadap UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang tangguh dan berdaya saing.
Dengan konsistensi program TJSL, PLN berkomitmen menjadikan pelaku UMKM sebagai bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. (***)






