PLTA Tonsea Lama di Minahasa, Pembangkit Tertua, Andalkan 12 MW untuk Sulut dan Gorontalo

Koran Manado News – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tonsea Lama di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mampu menyuplai listrik sebesar 12 megawatt (MW) untuk sistem kelistrikan wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Unit satu mampu menghasilkan 4 MW, unit dua 4,5 MW, dan unit tiga 4,3 MW,” kata Asisten Manajer Operasi PLN Nusantara Power Pembangkitan Minahasa, Audy Rumbayan, Jumat (29/11/2025).

Bacaan Lainnya

PLTA Tonsea Lama merupakan salah satu pembangkit listrik tertua di Indonesia, dibangun pada 1912, bersama PLTA Dago dan PLTA Bengkok yang keduanya berada di Bandung. “Ini sebuah kebanggaan bagi kami karena masih memanfaatkan PLTA Tonsea Lama untuk menyuplai kelistrikan Sulut dan Gorontalo,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan utama saat ini adalah mempertahankan ketersediaan air di Danau Tondano untuk menggerakkan mesin pembangkit. Audy menjelaskan, pendangkalan danau dipengaruhi aktivitas membuang sampah domestik maupun sampah bawaan dari hulu.

“Selain itu, gerusan air di sisi badan sungai menyebabkan material jatuh ke dasar dan mempercepat pendangkalan. Bila pendangkalan di daerah aliran sungai semakin tinggi, aliran air menjadi terhambat dan berdampak pada pembangkit,” ujar Audy.

Untuk mengatasi masalah ini, PLN bekerja sama dengan TNI melakukan pengerukan sedimentasi di hulu dan hilir Danau Tondano. Selain itu, masyarakat dihimbau menjaga kelestarian lingkungan dan danau untuk mendukung kelangsungan operasional PLTA Tonsea Lama. (ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *