Koran Manado News- PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) serius hari raya natal 2025 dan tahun baru 2026.
“Personel kami akan siaga 24 jam yang nantinya akan merespon dengan cepat laporan masyarakat,” kata General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun, kepada media, 23 Desember 2025.
Menurut dia, PT PLN (Persero) UID Suluttenggo memastikan pelayanan prima kepada pelanggan. Tim kami didukung dengan peralatan lengkap disetiap posko yang sudah kami bentuk sejak beberapa hari yang lalu.
“Kami berharap masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada gangguan layanan listrik nantinya, laporan bisa melalui PLN Mobile atau bisa ke hotline 123,” ujar dia.
Secara teknis, Manajer Komunikasi dan TJSL Noven Koropit mengatakan, total daya mampu pasok adalah 1.014.21 MW dari beban puncak 906,88 MW dan cadangan daya total 107,33 MW, dimana sistem SulutGo kondisi normal, daya mampu pasok sebesar 584,06 MW, beban puncak pekan ini adalah 508,36 MW dan cadangan sebesar 75,70 MW.
“Untuk sisten Palu dipasok dari Grid Sulselrabar dengan daya mampu pasok sesuai kebutuhan yakni 248,45 MW dan beban puncak 248,45 MW.
Terdapat 62 sistem isolated/offgrid dengan daya mampu pasok 181,71 MW dan beban puncak 150,45 MW,” ujar Noven.
Menurutnya, 233 lokasi prioritas selain kantor terdiri dari 50 tempat ibadah, 78 lokasi kegiatan natal lokasl, 26 titik transportasi terdiri dari terminal, stasiun, bandara, 40 Posko tiitk mudik prioritas, 13 tempat perbelanjaan, 13 kawasan wisata, 3 lokasi keramaian.
“Untuk UID Suluttenggoo telah membentuk 60 posko siaga, dengan total personel 2.199, dimana 32 personel berkealihan khusus PDKB. Juga didujung peralatan kerja, 141 mobil dinas gangguan, 196 motor dinas gangguan, 4 unit crane, 45 unit gardu bergerak (UGB), 3 unit UPS, 59 genset dan 47 SPKLU,” jelasnya.
Noven melanjutkan, untuk sistem kelistrikan interkoneksi Sulutgo dimana beban puncak tertinggi periode siaga 18 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026 sebesar 404,39 MW. Pada 25 Desember 2025 perkiraan beban puncak 474,25 MW dengan cadangan sebesar 213,67 MW. Pada 1 Januari 2026 perkiraan beban puncak tertinggi sebesar 422,78 MW dengan cadangan sebesar 265,15 MW.
“Sedangkan untuk Suluteng, beban puncak tertinggi periode siaga 18 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026 sebesar 225,8 MW.
Pada 25 Desember diperkirakan beban puncak 215,5 MW dengan cadangan sebesar 19,1 MW dan pada 1 Januari 2026 perkiraan beban puncak tertinggi sebesar 203,4 MW dengan cadangan sebesar 19,1 MW,” pungkas Noven.(ferry)







