BI Sulut dan Pemkab Selenggarakan High Level Meeting TP2DD Kabupaten Kepulauan Talaud

Bank Indonesia (BI) Sulut bersama dengan Pemerintah Kab. Kepulauan Talaud menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD)

⁷Koran Manado News – Bank Indonesia (BI) Sulut bersama dengan Pemerintah Kab. Kepulauan Talaud dalam menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai wujud sinergi dan upaya bersama untuk percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah khususnya wilayah Kepulauan Talaud.

Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah saat memimpin HLM TP2DD Kabupaten Talaud

Kegiatan dipimpin oleh Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, Ketua DPRD Kab. Kepl. Talaud Engelbertus Tatibi, Sekretaris Daerah Kab. Kepl. Talaud Yohanis Kamagi, Grup Head Operasional BSG, Nolvy Kilanta serta anggota TP2DD dari berbagai OPD dan instansi terkait.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Welly mengapresiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara atas kolaborasi strategis yang dilakukan sebagai upaya nyata dalam rangka mendukung digitalisasi transaksi keuangan di Talaud Welly menyampaikan harapannya untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Bank RKUD dalam mendorong digitalisasi keuangan daerah khususnya di Kab. Kepl. Talaud.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto dan Bupati Talaud Welly Titah bersama peserta HLM TP2DD Kabupaten Talaud

Menanggapi hal tersebut, Joko turut mengapresiasi peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Kepulauan Talaud yang berada di skor 98,00% dan berada di peringkat 5 dari 70 Kabupaten di wilayah Sulawesi pada semester II 2025.

Joko juga mengharapkan adanya komitmen pimpinan dan sinergi antar OPD dengan stakeholder terkait dalam mempercepat implementasi digitalisasi daerah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Talaud.

Namun demikian, meskipun mencapai prestasi yang baik dalam ETPD, Kab. Kepl. Talaud masih menghadapi sejumlah tantangan. Yohanis menjelaskan beberapa tantangan strategis yang dihadapi seperti banyaknya kendaraaan memiliki Manado, minimnya literasi masyarakat terkait pembayaran pajak dan retribusi secara digital, dan peningkatan implementasi kanal e-commerce untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Menjawab tantangan tersebut, TP2DD Talaud memiliki program unggulan yaitu Siswa Duta Digital yang bertujuan untuk meningkatkan meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, retribusi maupun transaksi lainnya secara nontunai.

Di sisi lain, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR KPwBI Prov. Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick menyampaikan rekomendasi 2 (dua) aksi strategis untuk meningkatkan penilaian pada Championship P2DD yaitu penyusunan Roadmap ETPD 2026-2030 dan implementasi diagnostic tools.

Dalam paparannya, Ircham menyampaikan melalui implementasi aksi tersebut, maka Kabupaten Talaud akan memiliki arah kebijakan dan implementasi program yang lebih jelas dan lebih optimal sberdampak pada PAD dan kemandirian fiskal daerah.

Pada sesi diskusi, Engelbertus menyampaikan terkait penguatan sinergi antar lembaga, penggalian potensi peningkatan PAD hupaya dalam pengembangan UMKM di Talaud. Selain itu koordinasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Bank pengelola RKUD menjadi diskusi utama dalam rangka optimalisasi PAD pada setiap pemda dengan kualitas monitoring yang baik.

Welly berharap seluruh kesepakatan dalam HLM dapat dilaksanakan dengan baik agar digitalisasi di Kab. Kepl. Talaud dapat terwujud sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Talaud.(ferry)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *