Koran Manado News- Perum Bulog Divre SulutGo bersama Polda Sulut melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.
Kepala Perum Bulog Divre SulutGo Ermin Tora mengatakan, stok pangan di Bulog dalam kondisi aman.
“Stok pangan Bulog dalam kondisi aman dalam menghadapi Hari Raya Lebaran. Bahkan, pihaknya punya stok beras ada sekitar 17.000 ton, proses pemasukan sekitar 8.000 ton sehingga ini kalau beras bisa bertahan sampai dengan 7 bulan ke depan.
Lanjutnya, bahkan sampai dengan akhir tahun.

“Kami juga punya stok gula dan minyak goreng. Dan, saat ini dalam rangka stabilisasi harga, melakukan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk Sulawesi Utara. Menurutnya, sebanyak 274.000 keluarga penerima bantuan pangan.
“Beras SPHP saat ini kami distribusikan juga baik ke pasar rakyat, ritel modern, kemudian outlet binaan termasuk juga Gerakan Pangan Murah yang saat ini juga kami lakukan di kantor ini bersama-sama dengan Polda,” jelasnya.
Ermin juga mengatakan, pihaknya juga menyalurkan minyak goreng, Minyakita, ke pasar-pasar rakyat dalam rangka stabilisasi minyak goreng.
”Minyak goreng yang dari awal 18.000 sudah mulai bergerak turun dan mendekati di 15.700 sesuai dengan HET di tingkat konsumen,” ujarnya.
Erwin tegaskan, kondisi pangan dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Kegiatan gerakan pangan murah tersebut. selain beras, ada gula, ada minyak goreng, dan juga kita bersama-sama dengan vendor juga menyediakan komoditi lainnya seperti ada telur, ada juga daging ayam.
“Beras Bulog sebelumnya Rp 62.500, kita jual di bawah dari harga, yakni Rp55.000,” ungkap Ermin.
Ditambahkannya, ada juga beberapa komoditi yang lain, termasuk sayur-mayur, telur, dan daging ayam.
“Pihaknya bekerja sama dengan vendor rekanan-rekanan dari Bulog yang kita hadirkan di GPM, dengan harapan bisa membantu meringankan beban masyarakat Sulawesi Utara ini khususnya di Kota Manado dalam rangka menghadapi Lebaran tahun 2026,” pungkas Ermin.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, Gerakan pangan murah adalah bentuk intervensi pemerintah dan kepolisian untuk menjaga stabilitas harga pangan yang mulai naik.
“Atas perintah Kapolri, seluruh jajaran Polda termasuk Mabes Polri menyelenggarakan kegiatan GPM. Sementara di Sulut, Polda bekerja sama dengan Perum Bulog untuk melaksanakan kegiatan GPM,” ujarnya.
Wakapolda menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, dimana fokus utamanya adalah menekan dampak fluktuasi harga barang pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Program GPM tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Beberapa komoditas yang tersedia antara lain beras SPHP yang dijual seharga Rp55.000 per 5 kg (turun dari harga sebelumnya Rp58.000). Beras Premium (Dua Merpati) dengan Rp50.500 per 5 kg.
Cabai rawit Rp38.000 per kg, bawang merah Rp33.000 per kg, bawang putih Rp30.000 per kg, gula pasir Rp15.500 per kg, minyak goreng mulai dari Rp14.500 hingga Rp15.000 per liter.
Wakapolda berharap masyarakat Kota Manado dan sekitarnya dapat memanfaatkan momentum ini dengan bijak.
“Melalui kegiatan ini kami bisa membantu meringankan beban masyarakat Sulut, khususnya di Kota Manado, dalam menghadapi hari raya di tahun 2026 ini,” tandasnya.
Turut hadir dalam Gerakan Pasar Murah Deputy BI KPw Sulut Renold Asri, Kepala Dinas Pangan Sulut Rahel Rotinsulu dan jajaran, Forkompinda Sulut.(ferry)







