Bank Mitra Penyalur BSPS 2026 di Sulut, BRI Region 16 Manado Sasar 6.000 Penerima Bantuan MBR

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region16 Manado sebagai bank mitra penyalur BSPS Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026,yang menyasar sebanyak 6.000 penerima bantuan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulut.

Koran Manado News —PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region16 Manado sebagai bank mitra penyalur Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026. Program ini menyasar sebanyak 6.000 penerima bantuan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulut.

Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong pemerataan kualitas tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Bacaan Lainnya

Kerja sama tersebut melibatkan Satuan Kerja PKP Provinsi Sulawesi Utara, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi dari Kementerian terkait, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai mitra distribusi dana bantuan.

Melalui skema BSPS 2026, sebanyak 6.000 penerima di Sulawesi Utara menjadi target utama program.

Bantuan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas rumah swadaya agar memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi struktur bangunan, kesehatan lingkungan, maupun aspek keselamatan penghuni.

Penandatangan perjanjan Kerjasama BSPS 2026 (foto ist)

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Pemimpin Cabang BRI Manado, David Sihombing bersama PPK BSPS ,Hendra Tumilantow pada Selasa, (31/03/2026), sebagai langkah awal percepatan implementasi program di lapangan.

Regional CEO BRI Region 16 Manado, Elizabeth Primasari S menekankan bahwa keterlibatan BRI merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, perbankan memiliki peran penting dalam memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia juga menyoroti kekuatan jaringan layanan BRI yang menjangkau hingga wilayah terpencil sebagai faktor pendukung utama kelancaran program.

Dengan dukungan tersebut, proses penyaluran diharapkan tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dari perspektif ekonomi, program BSPS dinilai memiliki dampak berlapis.

Selain memperbaiki kualitas hunian, aktivitas renovasi rumah turut menggerakkan sektor informal seperti tukang bangunan dan pemasok material lokal.

Hal ini pada akhirnya berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.

Ke depan, sinergi antara pemerintah dan perbankan diharapkan semakin solid untuk memperluas cakupan program serupa.

BSPS 2026 menjadi salah satu pijakan penting dalam mengurangi kesenjangan akses hunian layak, sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara. (ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *