Koran Manado News – Pelindo Regional IV Manado menggenjot perbaikan fasilitas dan siap mengantisipasi lonjakan penumpang menghadapi Lebaran 2026.
General Manager Pelindo Regional IV Manado, Nurlayla Arbie, menjelaskan, kesiapan menghadapi arus angkutan Lebaran 2026, termasuk percepatan perbaikan fasilitas pelabuhan yang terdampak cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.
“Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik krusial seperti talut, alat ikat tali kapal, hingga area Dermaga 4 yang mengalami kerusakan,” ujar Nurlayla, kepada sejumlah wartawan, saat coffee morning di Rumah Kopi Billy, Jalan 17 Agustus, Manado, Rabu (18/02/26).
Menurutnya, Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Februari agar operasional angkutan Lebaran berjalan lancar.
“Kami optimistis saat memasuki angkutan Lebaran nanti seluruh fasilitas sudah siap dan proses pelayanan penumpang bisa lebih mulus,” ungkap Nurlayla.
Lanjutnya, Dari sisi pergerakan penumpang, Pelindo memprediksi adanya lonjakan signifikan, mengacu pada pola saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang meningkat hampir 30 persen.
Tren serupa diperkirakan terjadi pada rute menuju wilayah Maluku seperti Ternate dan Ambon, yang selama ini mengalami peningkatan saat musim mudik. Pembenahan juga difokuskan pada kapal-kapal dengan rute tersebut.
Selain infrastruktur, kata Nurlayla, Pelindo Regional IV Manado juga melakukan evaluasi sistem sterilisasi penumpang melalui penerapan tapping tiket di terminal pelabuhan baru.
Dia menambahkan, Sistem ini dinilai semakin dipahami masyarakat dan berjalan cukup optimal, meski tetap dilakukan penyempurnaan pada perangkat pendukung.
Dikatakannya, Berdasarkan evaluasi internal Pelindo Group, Pelabuhan Manado kini menempati peringkat 9 secara nasional yang melayani penumpang terbanyak saat Nataru 2025 dari Pelabuhan yang dikelola Pelindo di Seluruh Indonesia.
“Sepanjang 2025, arus penumpang Nataru yang dilayani full domestik tercatat 79.960 orang, meningkat 15,46 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 69.252 penumpang, menegaskan peran vital pelabuhan ini bagi konektivitas wilayah Nusa Utara dan Maluku.”tandas Nurlayla. (ferry).






