Koran Manado News- Bank Indonesia (BI) bersama dengan Pemerintah Daerah Prov. Sulawesi Utara (Sulut), Pemerintah Daerah Kota Manado, Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) dan Satgas pangan Prov. Sulut menyelanggarakan Sinergi Pasar Murah dalam rangka mendukung upaya menjaga stabilitas pasokan harga pangan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Bank Indonesia ke-73.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, dilanjutkan sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemy Ringkuangan, AP, M.Si.
Sinergi Pasar Murah turut di hadiri oleh Walikota Manado, Andrei Angouw; Pemimpin Wilayah Perum BULOG SulutGo, Ermin Tora; Kepala BPS, Dr. Watekhi, S.Si, MSE.; Kepala Biro Perekonomian Prov. Sulut, Reza Dotulung; Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rahel Ruth Rotinsulu; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulut, Drs. Hendrik Rueben Tendean; Perwakilan Satgas Pangan Polda Sulawesi Utara, Ipda Donny;
Joko Supratikto menyampaikan kondisi inflasi Sulut pada Juni 2026 mencapai 2,12% (mtm) atau secara tahun berjalan 4,48% (ytd) melewati rentang sasaran nasional 2,5% ± 1%.
Kenaikan harga bulanan pada bulan Juni disebabkan oleh komoditas cabai rawit, bawang merah dan beras akibat terganggunya pasokan dan distribusi.
Oleh karena itu, Joko menekankan bahwa pengedalian inflasi menjadi penting terutama dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pasar murah dengan harga yang terjangkau.
Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Sinergi Pasar Murah merupakan salah satu instrumen jangka pendek untuk memperkuat keterjangkauan harga, melalui penyediaan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau.
Kolaborasi antara BI, Pemerintah Daerah Provinsi Sulut, Pemerintah Daerah Kota Manado, Perum Bulog dan Satgas Pangan menjadi bukti nyata pengendalian inflasi memerlukan orkestrasi kebijakan yang menyeluruh.
Dalam sambutannya, Jemmy Ringkuangan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Sinergi Pasar Murah yang hadir sebagai bukti nyata Pemda dan BI hadir untuk memastikan kebutuhan pangan dapat diakses dengan mudah dan dengan harga yg terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Jemmy berharap sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin hingga saat ini tetap terjaga dan tidak berhenti pada sinergi pasar murah tapi juga untuk kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat.
Selain itu, berbagai upaya untuk mengembangkan perekonomian Sulut perlu terus diperkuat: 1) Menjaga stabilitas inflasi melalui penguatan TPID; 2) Penguatan digitalisasi dalam sistem pembayaran; 3) Mengembangkan UMKM yang bersaing di pasar lokal, nasional dan global; 4) Ketersediaan uang edar khususnya di wilayah kepulauan; dan 5) Mendukung sektor unggulan di Sulut.
Kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan acara dengan melakukan scan QRIS senilai Rp73.
Momentum ini bermanfaat untuk terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran.
Masyarakat dapat melakukan transaksi menggunakan QRIS, bahkan secara khusus cukup melakukan scan senilai Rp73 sebagai simbol Hari Ulang Tahun Bank Indonesia ke-73, untuk memperoleh voucher potongan harga sebesar Rp5.000.
Kegiatan ini juga disinergikan dengan layanan penukaran uang (Kas Keliling) serta edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah sebagai wujud nyata komitmen Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis dalam menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi perekonomian dan masyarakat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan booth peserta Sinergi Pasar Murah.
Berbagai komoditas pangan disediakan dalam kegiatan ini, antara lain 1,5 ton beras, 100 kg cabai rawit, 100 kg cabai merah keriting, 100 kg tomat, 100 kg bawang merah, 50 kg melon, 100 kg semangka, 20 dus minyak goreng, 200 kg gula, 50 kg bawang putih, 150 baki telur ayam, 100 ekor ayam, serta terong dan aneka sayuran.
Hingga berakhirnya kegiatan, sebanyak 760 voucher telah dimanfaatkan oleh masyarakat. (ferry)






