Koran Manado News- Transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) perlu terus diakselerasi untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Manfaat ini terwujud melalui transaksi yang semakin efisien dan inklusif, didukung penguatan talenta, inovasi, ekosistem, serta sinergi pusat dan daerah untuk memperluas penciptaan nilai tambah dan memperkuat daya saing ekonomi.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, saat membuka Casual Talk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta.
Penguatan EKD di daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik, kesiapan digital, dan potensi daerah untuk meningkatkan efisiensi, menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Di tengah beragamnya tingkat kompetensi dan literasi masyarakat serta kapasitas digital antarwilayah, sinergi seluruh elemen di tingkat pusat dan daerah menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat digitalisasi.
“Penguatan EKD di daerah harus memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha melalui peningkatan efisiensi, penciptaan nilai tambah, dan penguatan daya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ricky
Di Sulawesi Utara, transformasi ekonomi dan keuangan digital terus diperkuat melalui sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah, optimalisasi pendapatan daerah, serta peningkatan kualitas layanan publik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Hingga Semester I tahun 2026 , seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Utara telah berada pada kategori digital dan terus memperluas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) pada berbagai layanan publik maupun transaksi penerimaan dan pengeluaran daerah melalui implementasi berbagai kanal pembayaran digital seperti QRIS, Kartu Kredit Indonesia, dan e-commerce. Penguatan digitalisasi daerah di Sulawesi Utara juga dilakukan melalui Program Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi (KATALIS) P2DD yang didukung
oleh program perluasan penggunaan sistem pembayaran digital.
Hingga Agustus 2026 , jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Utara mencapai 634.188 , dengan jumlah merchant sebanyak 401.878 merchant, yang mencakup pelaku UMKM, sektor perdagangan, pariwisata, transportasi, serta berbagai layanan publik. Pemanfaatan QRIS semakin mempermudah transaksi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mendukung perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Utara.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi digitalisasi daerah secara tepat dan berdampak. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar digitalisasi tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga mampu menghubungkan potensi daerah dengan peluang ekonomi digital, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan. (ferry)






