Pentingnya Program PATUA , Joko Supratikto : Hingga tahun 2025, Terdapat 85 Poktan PATUA di Sulut

Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto

Bitung, Koraanmanadonews.comBank Indonesia (BI) memberikan penekanan pentingnya Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA) sebagai salah satu inisiatif untuk memperkuat ketahanan pangan. Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, dalam sambutannya, saat High Level Meeting (HLM) TPID Bitung, Rabu, 10 September 2025.

Menurutnya, Selain Kerjasama Antar Daerah (KAD), menekankan pentingnya Program PATUA sebagai salah satu inisiatif untuk memperkuat ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

“Hingga tahun 2025, terdapat 85 kelompok tani (Poktan) PATUA di Sulut, termasuk tiga di antaranya berasal dari Kota Bitung yang fokus pada komoditas cabai rawit,” jelas Supratikto.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Bitung, menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum rutin, melainkan wadah sinergi bagi kita semua untuk menyatukan langkah, dan memastikan masyarakat terlindungi dari gejolak harga.

”Kolaborasi adalah kunci. Tidak ada satu pihak pun yang mampu mengendalikan inflasi sendirian. Hanya dengan gotong royong kita bisa menjaga keterjangkauan harga, menjamin pasokan yang merata, serta memperkuat ketahanan pangan lokal” tuturnya.

Sesuai kesepakatan TPID Bitung, point Kedua, memperkuat ketersediaan pasokan melalui kerja sama antar daerah (KAD) serta peningkatan produktivitas pertanian di tingkat lokal.

Juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) KAD Government-to-Government (G2G) antara Pemerintah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara untuk komoditas pertanian strategis. Kerja sama ini akan dilanjutkan dengan penjajakan KAD Business-to-Business (B2B) antara Perusahaan Umum Daerah (Perimda) Pasar Kota Bitung dan kelompok tani di Minahasa Utara untuk komoditas cabai rawit. Dengan skema ini, daerah yang mengalami surplus produksi dapat menyalurkan komoditasnya ke daerah defisit, sehingga harga tetap stabil dan kesejahteraan petani tetap terjaga. (ferry)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *