Jamin Kesiapan Hadapi Natal dan Tahun Baru, PLN Suluttenggo Pastikan Infrastruktur dan Pasokan Listrik

Koran Manado News – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo dalam kondisi prima menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Fokus utama adalah menjamin kenyamanan ibadah dan aktivitas masyarakat tanpa gangguan kelistrikan.

Bacaan Lainnya

​Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Suluttenggo, Noven N Koropi, menjelaskan bahwa secara garis besar sistem kelistrikan di wilayah kerja mereka terbagi menjadi tiga pilar utama, yakni Sistem On Grid SulutGo yang melayani Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sistem On Grid Sulteng yang terinterkoneksi dengan sistem Sulselrabar, serta 62 sistem Isolated atau Off Grid.

Menurutnya,  bahwa saat ini Total Daya Mampu Pasok (DMP) mencapai 1.014,21 MW, dengan proyeksi Beban Puncak (BP) sebesar 906,88 MW. Hal ini menyisakan cadangan daya total sebesar 107,33 MW.

​”Kondisi kelistrikan kita saat ini sangat stabil. Untuk Sistem SulutGo, daya mampu kita ada di angka 584,06 MW dengan cadangan 75,70 MW. Sementara untuk wilayah Palu, pasokan dari Grid Sulselrabar disesuaikan dengan kebutuhan sebesar 248,45 MW. Begitu juga dengan 62 sistem isolated kami yang memiliki cadangan surplus sekitar 31,64 MW,” ujar Noven

​Selain kantor pemerintahan, PLN telah memetakan 233 lokasi prioritas yang akan dijaga ketat keandalannya.

Lokasi tersebut meliputi:

  • ​50 Tempat Ibadah (Gereja)
  • 78 Lokasi Kegiatan Natal Lokal
  • 26 Titik Transportasi (Bandara, Pelabuhan, dan Terminal)
  • 40 Posko Mudik
  • ​13 Pusat Perbelanjaan dan 13 Kawasan Wisata.

​Untuk mendukung kesiagaan ini, PLN UID Suluttenggo telah membentuk 60 Posko Siaga yang tersebar di seluruh wilayah.

Sebanyak 2.199 personil disiagakan, termasuk 32 personil berkemampuan khusus PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) yang mampu melakukan perbaikan tanpa perlu memadamkan aliran listrik ke pelanggan.

​Armada pendukung pun dikerahkan secara masif, mulai dari 141 mobil dinas gangguan, 196 motor, 4 unit crane, hingga 45 Unit Gardu Bergerak (UGB), 3 Unit UPS, dan 59 Unit Genset sebagai back-up suplai jika terjadi kondisi darurat. Bagi pengguna kendaraan listrik, PLN juga memastikan 47 SPKLU berfungsi optimal di sepanjang jalur mudik.

​Mengingat cuaca ekstrem yang sering terjadi di akhir tahun, Noven Koropit juga memberikan perhatian khusus pada daerah rawan bencana di Sulawesi Utara. Beberapa wilayah yang masuk dalam peta risiko terdampak antara lain:

​UP3 Manado: ULP Manado Selatan (Kec. Wanea, Malalayang, Sario) dan ULP Manado Utara (Kec. Bunaken, Mapanget, Wori).

​ULP Tondano: Kec. Tondano Utara, Timur, Barat, dan Kombi.

​Kotamobagu: ULP Molibagu (Kec. Helumo, Bolaang Uki) dan ULP Imandi (Kec. Dumoga Barat, Utara, Tengah, Timur dan Tenggara)

​”Kami terus memantau titik-titik rawan ini secara real-time. Tim teknis kami di lapangan sudah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) percepatan pemulihan jika terjadi gangguan akibat faktor alam,” tandas Noven.

​Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan jika terjadi gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile agar dapat segera ditangani oleh petugas piket yang bersiap 24 jam. (ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *