Koran Manado News- Wali Kota Manado Andrei Angouw menghadiri acara Bimbingan Teknis dan Pengukuhan Agen Perisai Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 di aula serbaguna Kantor Wali Kota Manado.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Juwenly Jona Librata Soselisa, sementara Wali Kota didampingi Asisten I Yulises Oehlers S.H, Kadis Tenaga Kerja Fadly Kasim S.H, Kadis Kominfo Yanti Mongkauw S.E. Hadir juga Para Kepala SKPD, Camat dan Lurah se Kota Manado serta calon agen Perisai Ketenaga-kerjaan Kota Manado.
Acara diawali menyanyi lagu Indonesia Raya, ucapan selamat datang dan doa pembukaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Juwenly Jona Librata Soselisa memaparkan soal ketenagakerjaaan di Kota Manado serta coverrage (jangkauan) perlindungan Jaminan Sosial Tenaaga kerja (Jamsostek) di Kota Manado.
Menurutnya, kelurahan yang sudah memiliki Perisai sebanyak 72 Agen walaupun masih terdapat 28 Kelurahan yang belum menyodorkan calon Agen.
“Sebanyak 22.220 tenaga kerja di Kota Manado yang akan dilindungi lewat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” jelas Juwenly.
Wali Kota Andrei Angouw dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Agen Perisai ini. “Pertama saya mengemukakan kepentingan kita soal BPJS Ketenagakerjaan”, ucap Wali Kota sambil menjelaskan soal pelayanan ketenagakerjaan kita dalam kaitan dengan kecelakaan kerja dan lain sebagainya.
Menurut Wali Kota, semua ini akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat khususnya kesejahteraan keluarga. “Ini prinsip dasar baggaimana kita terlibat dengan ketenagakerjaan karena ini soal kesejahteraan kita bersama,” jelas Wali Kota.
Wali Kota berharap adanya dukungan kita bekerja dan tentunya kita harus mendapat perlindungan. “Jadi, Wali kota mendorong agar mendukung program ini. Kepada Lurah Wali Kota mencek soal validasi data terutama warga yang sudah meninggal tapi belum divalidasi sehingga belum terlayani atau belum bisa diklaim untuk mendapatkan jaminan dari oleh BPJS Ketenagakerjaan, ” tukas Walikota.
Lanjutnya, Soal validasi ini menjadi ribet soal kewenangan sehingga Wali Kota meminta yang meng upload agar bisa divalidasi dan bisa langsung dilakukan oleh Lurah.
Wali Kota menguji beberapa Lurah soal ini. Wali kota juga bertanya Lurah dan Kaling untuk cek Desil warga bagaimana.
“Jadi, Wali Kota meminta agar sistem digitalisasi Manado Hub bisa dimanfaatkan oleh Lurah dan Kaling. Jangan-jangan ada Lurah atau Kaling yang tidak tau soal MH (Manado Hub) ini sebagai sistem digitalisasi yang kita pakai dalam pelaksanaam pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kota Manado,” ungkap Wali Kota.
Sekali lagi semangatnya adalah bagaimana kita mempertahan kesejahteraan masyarakat.
Hal lain yang disinggung Wali Kota adalah miskin ekstrim yang seharusnya menjadi tugas kaling dan lurah untuk mengup-date datanya dan terutama mengetahui keberadaan orang atau warga miskin ekstrim yang ada diwilayahnya.
Wali Kota mengingatkan soal Kamtibmas terutama kasus yang bawah sajam, soal kebersihan dan sampah, soal Penerangan Jalan Umum (JPU), Anak terlantar, ODGJ serta pengukuran tanah yang sudah menjadi kewenangan BPN di Lingkungan.
“Semua ini harus kita ketahui sehingga hal ini menjadi perhatian dari Lurah dan Kaling,”kata Wali Kota.
Selesai Wali Kota memberi pengarahan serta berdialog dengan pihak Kelurahan, Wali Kota membuka kegiatan ini secara resmi. Saat Pengukuhan ditandai dengan penyerahan rompi dan kartu nama anggota Perisai serta Penyerahan santuan kematian kepada ahli waris.
Pada kesempatan ini Wali Kota meminta kepada kominfo untuk absensi digital supaya dapat diketehui siapa saja yang sudah hadir dalam setiap pelaksanaan acara seperti ini.(ferry)






