Koran Manado News- Teknologi Perahu Mandiri Energi dan Inovasi Pompa Air Tenaga Surya Berbasis IoT di Desa Lalumpe Minahasa” sedang dilaksanakan secara bertahap.
“Walaupun terkendala jarak dan cuaca, Tim PTTI turun ke desa Lalumpe Minahasa, tepatnya di dusun Tulaun bagian pesisir pantai untuk melaksanakan kegiatan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, perancangan alat, perakitan alat, instalasi alat dan pelatihan alat penerangan tenaga surya untuk perahu mandiri energi bagi kelompok nelayan sebagai mitra” terang Prof. Meita Rumbayan yang adalah ketua Tim PTTI UNSRAT.
Dipilih kelompok nelayan sebagai sasaran mitra hilirisasi dan penerapan teknologi dan inovasi perahu mandiri untuk penerangan supaya dapat memberikan solusi langsung bagi masalah yang dihadapi.
Selain itu program ini juga menerapkan pompa air tenaga surya yang sudah dirakit dan akan diinstal pada sumur bor sebagai sumber air yang memberikan solusi pada keterbatasan air yang dialami oleh masyarakat khususnya petani” tambah perempuan peneliti dan pengabdi masyarakat dari Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado ini bersama anggota Tim dosen Dr. Stenly Tangkuman, Pinrolinvic Manembu, ST, MT dan tim mahasiswa.
“Transformasi energi ini membuktikan bahwa inovasi dari perguruan tinggi, jika diterapkan tepat sasaran dan berbasis kebutuhan lokal, mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Teknologi bukan hanya tentang alat, tetapi tentang harapan” jelas Kepala LPPM UNSRAT, Prof. Dr. Ir. Jefrey Kindangen, DEA.
Kegiatan PTTI ini adalah bagian program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.
“Kami mewakili mitra kelompok nelayan menyampaikan banyak terima kasih kepada Tim PTTI Universitas Sam Ratulangi yang telah melaksakan program yang bermanfaat. Dengan menggunakan penerangan tenaga surya di malam hari kami bisa melaut dengan aman di malam hari dan mengurangi biaya bahan bakar minyak yang mahal” ucap Meldi Sakawari sebagai mitra kelompok nelayan yang mengikuti pelatihan operasi dan pemeliharaan alat yang dirakit oleh Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik ini.
“Diharapkan program ini dapat berkelanjutan untuk memberikan solusi bagi masyarakat di desa Lalumpe Minahasa ini. Kami siap mendukung dan bekerjasama dengan tim untuk keberlanjutan program di desa ini” ujar Kepala desa Lalumpe Minahasa, Roger Nonutu. (*)






