Capai Laba Bersih Rp 372 Miliar, Kinerja BSG 2025 Tumbuh 24,29% (YoY)

Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi Bank SulutGo (BSG) usai Apel Perdana mengawali tahun kerja 2026, Senin (05/01/2025)

Koran Manado News– Bank SulutGo (BSG) mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Perdana yang dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Pulau Jawa.

Bacaan Lainnya

Momentum awal tahun ini menjadi titik tolak strategis bagi BSG untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi.

Direktur Utama BSG Revino Pepah,  dalam sambutannya memaparkan refleksi kinerja tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (low to grow) dan pemulihan pasca-Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif.

Direktur Utama BSG Revino Pepah, saat sambutan

“Capaian kinerja 2025 (unAudited) mencapai Rp 23,7 Triliun dengan total aset tumbuh 12,51%,” ujar Pepah.

Lanjutnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) bertumbuh signifikan 21,06% dengan capaian Rp 18,2 Triliun.

“Laba Bersih mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29% (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir,” ungkap Pepah.

Menurutnya, Pertumbuhan kredit tercatat 3,94% dan rasio NPL (Non-Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 2,97%, yang menjadi catatan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026.

Menatap tahun 2026, Direktur Utama menetapkan strategi besar yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola, Ekspansi Bisnis Berkualitas, dan Optimalisasi Biaya.

Pepah mengatakan, target nominal laba BSG di tahun 2026 adalah Rp 440 M.

Berikut daftar target secara  detail BSG di tahun 2026

Data bersumber dari paparan Dirut BSG

Sedangkan fokus utama yakni, perbaikan Kualitas Kredit, yaitu  Memerangi NPL dan meningkatkan kualitas ekspansi bisnis.

Efisiensi Biaya, kata Pepah, Menurunkan Non-Performing Loan (NPL) dan Overhead Cost.

Keamanan IT, adalah Meningkatkan keandalan sistem IT dan keamanan data.

BSG juga fookus kepada Budaya Kerja.   “Kami mengusung semangat “Homo Homini Socius” (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya (Homo Homini Lupus),”kunci Pepah.

Komisaris Utama BSG Ramoy M Luntungan, dalam arahannya,  menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026. Beliau menggarisbawahi bahwa industri perbankan adalah industri kepercayaan (trust), sehingga penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah harga mati.

Komisaris Utama BSG Ramoy M Luntungan, saat sambutan

Poin-poin penting dari arahan Komisaris Utama meliputi, Fundamental GCG: Penerapan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness) harus menjadi landasan kerja.

Integritas Kepemimpinan: Menekankan konsep “Tone form the top”, di mana pemimpin harus menjadi suri tauladan dalam hal integritas dan etika.

Kekompakan: Mengajak seluruh elemen bank untuk menjaga soliditas. Perbedaan pendapat diperbolehkan di dalam (“hantam di dalam”), namun harus satu suara dan kompak saat keluar.

Penyelarasan Visi: Mendukung Asta Cita presiden dan visi misi BSG dalam kerangka NKRI, terutama dalam aspek anti-korupsi.

“Satu, dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi lebih dari itu, sangat fatal bagi karier Anda sekalian. Jangan nodai karier Anda.” tandas Luntungan.

Apel perdana ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi untuk mencapai target laba Rp 440 Miliar dan membawa BSG menjadi bank yang lebih tangguh, tumbuh, dan terpercaya. (Ferry)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *