Respon Persoalan Kelangkaan, Pemkot Bersama Pertamina Sidak Sejumlah Agen LPG dan Tempat Usaha di Manado

Koran Manado News – Pemerintah Kota Manado dan Pertamina merespon persoalan kelangkaan gas elpiji bersubsidi di Kota Manado dengan melakukan sidak disejumlah agen penjual elpiji dan beberapa tempat usaha, ­Jumat (13/03/2026).

Dari hasil sidak tersebut didapatkan bahwa sejumlah tempat usaha jenis laundry menggunakan gas LPG bersubsidi 3 kilogram.

Bacaan Lainnya

Diketahui, di Kota Manado sendiri pada bulan Maret ini, ada ketambahan kuota gas elpiji sebanyak 49.840 tabung dan sudah dilakukan penyaluran.

Akan tetapi, dari hasil sidak ini ditemukan banyak pangkalan yang mengeluhkan stok gas elpiji mereka kosong.

“Eceran gas subsidi sudah di harga 20 ribu, tapi itupun kosong,” ujar Ibu Juli, ketika ditemui di sebuah agen di Kelurahan Pinaesaan.

Adapun Frangky Soleran, pemilik agen elpiji di Sario yang mengeluhkan pasokan gas elpiji yang belum ada.

“Masih menunggu pasokan, non subsidi 5 kilogram juga kosong, sudah dua hari belum masuk gas,” ujar warga tersebut.

Tim sidak pun bergegas ke tempat usaha laundry di kawasan Sario.

Disini, didapati bahwa usaha laundry skala besar masih menggunakan gas 3 kilogram bersubsidi.

“Ada ketambahan kuota gas elpiji di Kota Manado, namun setelah kita melakukan sidak dibeberapa tempat, ditemukan bahwa usaha laundry skala besar seperti ini masih memakai tabung gas elpiji bersubsidi. Ini kita akan telusuri lebih lanjut sehingga tidak menjadi langkah di tengah masyarakat,” ujar Asisten 2 Sekretaris Daerah Kota Manado bidang perekonomian, Atto Bulo, ditemani oleh Kepala Dinas Kominfo Yanti Mongkau, Kepala Disperindag Henrik Waroka, Kabag Ekonomi David Kambey, Ahmad Fernando Sales Branch Manager (SBM) LPG Sulut Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dilokasi sidak di Sario.

Asisten 2 Sekretaris Daerah Kota Manado bidang perekonomian, Atto Bulo, ditemani oleh Kepala Dinas Kominfo Yanti Mongkau, Kepala Disperindag Henrik Waroka, Kabag Ekonomi David Kambey, Ahmad Fernando Sales Branch Manager (SBM) LPG Sulut Pertamina Patra Niaga melakukan sidak
usaha laundry skala besar masih menggunakan gas 3 kilogram bersubsidi di Sario, Jumat,(13/03/2026)

Jenis usaha binatu (laundry) berdasarkan surat edaran dari Direktur Jenderal Migas No.B.2461/IMG.05/DJM/2022 melarang penggunaan LPG tabung 3 kilogram.

Pihak Pertamina mengatakan untuk stok gas elpiji masih tersedia.

“Untuk stok gas masih tersedia, namun ada permintaan yang meningkat dan untuk kota Manado masih terpenuhi. Memang ada peningkatan di masa menjelang Ramadhan hari raya Idul Fitri untuk usaha mirko,” ungkap Sales Branch Manager (SBM) LPG Sulut Pertamina Patra Niaga Ahmad Fernando.

Fernando tak mengelak bahwa di Kota Manado mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg.

“Ada beberapa titik di Kota Manado mengalami panic buying, mungkin karena ada isu kelangkaan dan isu akan perang jadi masyarakat mengalami panic buying,” ujar Fernado.

Turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel.(ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *