Tingkatkan Ekowisata Desa Tarabitan, PLN Resmikan Program Pengembangan UMK dan Wisata Edukasi Mangrove

Minut, Koranmanadonews.com– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado meresmikan program Peningkatan Ekowisata Desa Tarabitan melalui Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta Wisata Edukasi Mangrove di Desa Tarabitan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, pada Jumat (17/7).

Program ini merupakan wujud sinergi strategis PLN bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam mengoptimalkan potensi desa berbasis lingkungan dan pemberdayaan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Melalui penguatan kapasitas UMK dan penataan kawasan mangrove sebagai destinasi edukasi, PLN berupaya menciptakan nilai tambah ekonomi (shared value) bagi warga sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir kawasan Likupang.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten di seluruh wilayah operasional.

“PLN tidak hanya fokus menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga berupaya memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Kawasan Likupang memiliki potensi ekowisata yang sangat luar biasa,” tegas Usman.

“Melalui penguatan UMK dan wisata edukasi mangrove ini, kami menghadirkan peluang usaha baru sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga benteng pesisir. Kami berharap kolaborasi padu antara PLN, pemerintah daerah, dan warga dapat menjadikan Desa Tarabitan sebagai percontohan ekowisata yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Revi Adrian selaku Manager PLN UP3 Manado.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa program ini sangat selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi warga melalui sektor UMK, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai aset lingkungan bernilai tinggi. Kami optimistis kolaborasi ini membawa dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Umbase.

Pelaksanaan program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Desa Tarabitan memiliki kekayaan kawasan mangrove yang potensial sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi pesisir. Sejalan dengan itu, pendampingan UMK termasuk kemitraan bersama BUMDes dan kelompok lokal seperti Spirulina Farm diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang mendukung ekosistem pariwisata daerah.

Melalui program TJSL ini, PLN mempertegas perannya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat menempatkan Desa Tarabitan sebagai kawasan ekowisata unggulan di Minahasa Utara yang memberi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan lintas generasi. (ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *