Bersama TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Bitung, BI Sulut Bawa Rp5 Miliar ke Pulau Terluar

Bitung, Koranmanadonews.com— Kehadiran uang Rupiah di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar ditegaskan bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, saat melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Bitung, Jumat (11/9/2026).

Bacaan Lainnya

“Di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, rupiah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar alat pembayaran. Kehadiran dan penggunaan rupiah merupakan representasi nyata dari kehadiran negara dan kedaulatan NKRI,” ujar Joko.

Joko menjelaskan bahwa perjalanan ERB 2026 yang menyasar lima pulau terluar di Sulawesi Utara ini membawa misi strategis untuk memastikan kedaulatan Indonesia tetap terjaga di wilayah perbatasan.

Dalam mendukung misi tersebut, TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan kesiapan penuh. Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menyampaikan bahwa pihaknya menjadwalkan dua kali pelaksanaan ERB bersama BI pada tahun 2026.

“Untuk personel dari KRI kita siapkan, termasuk juga dari Kodaeral kita menambahkan beberapa personel seperti personel kesehatan dan keamanan,” kata Dery.

Pelaksanaan ERB 2026 kali ini didukung oleh pengawalan kapal perang KRI Sidat-851 serta membawa pasokan uang Rupiah senilai Rp5 miliar untuk didistribusikan ke wilayah perbatasan distribution.(ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *