Kinerja BPR SulutGoMalut Tumbuh Positif, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar Harap Komisaris dan Direksi Tingkatkan Peran dan Fungsinya agar Tata Kelola Semakin Baik

DPD Perbarindo SulutGoMalut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), melaksanakan Evaluasi Kinerja BPR Tahun 2025 di Hotel Luwansa Manado, Rabu,(12/11/2025)

Koran Manado News –Tren pertumbuhan positif jelang penghujung tahun 2025 ditunjukkan Industri Jasa Keuangan khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut). Hal ini terungkap dalam kegiatan Evaluasi Kinerja BPR yang digelar oleh DPD Perbarindo SulutGoMalut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), yang dilaksanakan di Hotel Luwansa Manado, Rabu(12/11/2025).

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), Robert H. P. Sianipar, menyampaikan bahwa industri BPR di dua provinsi tersebut masih terjaga dengan baik dan menunjukkan perkembangan menggembirakan hingga posisi September 2025.

Bacaan Lainnya
Kepala OJK Provinsi SulutGo, Robert H. P. Sianipar

“Aset industri BPR di Sulawesi Utara tumbuh 6,24 persen menjadi Rp2,35 triliun, dengan penghimpunan dana meningkat 2,34 persen dan penyaluran kredit naik 7,62 persen. Di Gorontalo, pertumbuhannya bahkan lebih tinggi, aset mencapai Rp84,6 miliar atau naik 42,8 persen, dana pihak ketiga tumbuh 25 persen, dan kredit meningkat 42,23 persen,” jelas Sianipar.

Menurutnya, dari sisi ketahanan industri, permodalan BPR masih kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) rata-rata di Sulawesi Utara sebesar 23,29 persen dan di Gorontalo 21,78 persen, jauh di atas batas minimal ketentuan 12 persen.

Sianipar menyoroti bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) di Sulawesi Utara sedikit meningkat menjadi 9,55 persen , sedangkan di Gorontalo masih lebih rendah di angka 3,99 persen.

“Kami berharap jajaran komisaris dan direksi BPR terus meningkatkan peran dan fungsinya agar tata kelola semakin baik. Integritas laporan juga harus dijaga, jangan sampai ada window dressing yang membuat laporan tampak bagus padahal tidak sesuai kenyataan,” tandasnya.

“Kita ingin BPR tumbuh secara berintegritas, bukan hanya cepat, tetapi juga sehat dengan memperhatikan aspek governance, risk management, dan compliance (GRC),” pungkas Sianipar.

Sementara itu, Sekretaris DPD Perbarindo SulutGoMalut, Vecky J. Palit, menyampaikan apresiasi kepada OJK atas dukungan dan pendampingan yang selama ini diberikan kepada industri BPR di daerah. Ia menyebut, kegiatan evaluasi kinerja ini menjadi sarana penting bagi seluruh pelaku industri untuk menilai posisi dan langkah perbaikan ke depan.

Sekretaris DPD Perbarindo SulutGoMalut, Vecky J. Palit

“Hari ini seperti kita menerima rapor industri BPR SulutGo dan Malut. Ini menjadi cermin untuk melihat apa yang perlu dibenahi dan ditingkatkan, terutama dalam penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2026,” kata Vecky.

Perbarindo SulutGoMalut,kata Palit,  telah menyiapkan empat fokus program utama yang akan dijalankan bersama OJK, yakni Penguatan tata kelola BPR, Peningkatan pemahaman manajemen risiko, Peningkatan kualitas SDM BPR dan Pengembangan sistem teknologi informasi (IT) untuk memperkuat daya saing.

Sebagai tindak lanjut, DPD Perbarindo SulutGoMalut juga akan menggelar pelatihan penyusunan RBB 2026 pada 21 November mendatang dengan menghadirkan narasumber ahli di bidang perbankan.

“Kami ingin BPR-BPR di SulutGoMalut bisa bertransformasi, baik dari sisi SDM maupun teknologi. Kami percaya dengan kolaborasi bersama OJK, keterbatasan yang ada bisa diatasi dan program dapat berjalan baik,” tandas Palit.

Turut hadir dalam acara evaluasi kinerja BPR ini dihadiri oleh jajaran pimpinan OJK, dewan pengawas, pengurus Perbarindo, serta perwakilan komisaris dan direksi BPR dari berbagai daerah di Sulut, Gorontalo, dan Maluku Utara.(ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *