Manado, koranmanadonews.com –Memasuki tahapan pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Manado semakin memperkuat peran elemen masyarakat.

“Sebagai instrumen penting dalam mendukung kerja-kerja pengawasan Bawaslu Manado, masyarakat dinilai berperan besar untuk menegakkan aturan-aturan Pilkada dan mewujudkan pesta demokrasi yang Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil) ” ungkap Pimpinan Bawaslu Kota Manado Heard Runtuwene, dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Partisipatif, di Sintesa Peninsula Hotel, Kamis (08/08/2024).
Menurutnya, Memang akan sangat sulit jika tidak ada yang melapor nantinya. Kecuali mungkin temuan atau OTT.
“Nanti akan kami perkuat juga peran dari teman-teman, agar jalannya pemilihan serentak nanti bisa sukses,” tandas Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Kota Manado.
Lanjutnya, Salah satu pelanggaran Pilkada yang disoroti Bawaslu Manado adalah praktik politik uang. Kami pun meminta masyarakat tidak ragu melaporkan hal tersebut, jika menemui peserta Pilkada yang melakukan demikian.
“Masyarakat tidak perlu takut untuk melapor. Kalau yang menerima pasti dia tidak akan melapor. Tapi mungkin ada yang melihat atau ada yang tahu, dapat memberikan informasi atau melaporkan temuan tersebut,” harap Runtuwene.
Sosialisasi tersebut bertemakan “Peran Strategis Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa sebagai sebuah Investasi Kedaulatan Rakyat dalam Mengawasi Pemilihan Serentak Tahun 2024. Sosialisasi ini juga mengedukasi masyarakat soal mekanisme pengaduan pelanggaran Pilkada. melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, dan unsur pers.
“Kedepannya, Bawaslu Manado akan terus mempererat koordinasi dan memperkuat peran elemen masyarakat lewat sosialisasi-sosialisasi bertahap,” pungkas Runtuwene. (theo)







