Koran Manado News– Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara menggelar North Investment Sulawesi Form (NISF) tahun 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh para investor luar negeri dan juga Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta stakeholder terkait lainnya.
Kepala Kpw BI Sulut Joko Supratikto mengatakan kegiatan ini sangat penting, tujuannya adalah untuk lebih memperkuat langkah bersama untuk akselerasi pertumbuhan investasi di Bumi Nyiur Melambai.
“Kami meyakini bahwa investasi merupakan salah satu motor utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Supratikto dalam pemaparannya disela giat tersebut, yang digelar di salah satu hotel di Manado, Jumat, (08/08/2025).
Menurutnya, Sulawesi Utara telah memiliki histori pertumbuhan yang sangat baik dan cenderung lebih tinggi dibandingkan nasional. Dimana dia menjelaskan di triwulan II tahun 2025, Sulut kembali tumbuh sebesar 5,64 persen secara tahunan di saat perekonomian nasional tumbuh 5,12 persen.
“Hal ini menunjukkan kepemimpinan Gubernur dan Bupati/Walikota yang kuat untuk memajukan Sulut. Pencapaian ini tidak boleh membuat kita terlena, mengingat kontribusi PDRB Sulut terhadap nasional saat ini baru 0,85 persen atau masih banyak area pengembangan lebih lanjut yang bisa kita dorong secara bersama-sama,” ujarnya.
Lanjutnya, secara lebih granular, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang mencapai 6%-7% sebagaimana tercantum dalam RPJMD memerlukan usaha ekstra keras secara komprehensif dan berkelanjutan.
“Perhitungan kami, diperlukan nilai tambah aktivitas ekonomi sekitar Rp 14 Triliun. Dan secara sektoral, pertumbuhan triwulan II didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan. Hal ini dapat menjadi indikator kekuatan Sulut yang menjadi competitive advantage dibandingkan provinsi lain, yaitu ikan tangkap yang berlimpah dan performa industri minyak nabati,” jelasnya.
“Jika kita bedah PDRB Sulut, dapat disimpulkan kontributor utama pertumbuhan terletak pada konsumsi rumah tangga dengan pangsa 44 persen dan investasi dengan pangsa 28 persen. Dengan investasi yang kontraksi sebesar 1,43 persen pada triwulan II 2025, maka perlu dilakukan penambahan cakupan proyek dan diversifikasi sektor investasi,” katanya.
Menurutnya, Identifikasi yang disebutkan sebelumnya juga sejalan dengan arah pengembangan ekonomi wilayah Sulampua di RPJMN 2025-2029. Pembangunan diarahkan untuk penguatan industri pengolahan, pengembangan kawasan dan hilirisasi serta konektivitas antar wilayah. Posisi Sulut yang sentral sejalan dengan fokus utama sebagai Gerbang Perdagangan Asia Timur dan Pasifik, serta Pusat Pengolahan Hasil Perikanan dan Destinasi Pariwisata.
“Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut, Bank Indonesia mendukung Pemerintah Daerah melalui DPMPTSP dan dinas terkait lainnya guna mempercepat realisasi investasi melalui promosi Investment Project Ready to Offer (IPRO) ke berbagai investor strategis di dunia internasional,” ujarnya.
“Upaya yang kami lakukan melalui program RIRU telah berjalan untuk beberapa proyek yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sulut. Dalam hal substansi, kami memfasilitasi penguatan analisa proyek dalam bentuk prospektus, proyeksi keuangan, pembuatan video publikasi, dan studi visit untuk berbagai proyek strategis, yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bitung, Danau Linow, dan Refuse Derived Fuel (RDF) Bolmong. Adapun untuk promosi investasi, kami telah membawa KEK Likupang ke Australia, Jakarta, dan Kuwait pada tahun 2024, serta mempertemukan RDF Bolmong bersama 15 investor tanggal 7 April 2025 dan 7 investor tanggal 12 Mei 2025 pada kegiatan Osaka World Expo,” ungkapnya.
Sehingga, pada 2025, KPwBI Provinsi Sulut terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut. Lebih lanjut, Bank Indonesia bersama DPMPTSP kembali mengadakan North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) pada 2025 guna meningkatkan kemampuan teknis ASN berbagai dinas yang relevan untuk mempercepat realisasi investasi di Sulut.
“Bank Indonesia Provinsi Sulut berkomitmen dalam mendorong investasi masuk ke Sulut untuk meningkatkan PDRB dan pencapaian visi Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Bersama dengan DPMPTSP dan seluruh instansi vertikal serta dinas terkait kami mengharapkan agar kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat serta sinergi kerja bersama untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi Sulut yang lebih tinggi dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Sulut,” pungkasnya. (ferry)







