Koran Manado News– BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas dan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN bersama Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) yang dilaksanakan di Kota Manado, Kamis, (07/05/2026).
T
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto menyampaikan kolaborasi
merupakan kunci utama dalam menghadirkan layanan yang lebih baik.
Dalam menjalankan Program JKN, BPJS Kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk
PEPABRI yang memiliki peran strategis sebagai wadah para purnawirawan.
“Sinergi ini diharapkan mampi meningkatkan kolaborasi dengan PEPABRI dalam
mengoptimalkan peran pensiunan TNI dan Polri untuk mendukung implementasi Program
JKN.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini harapannya bisa memperdalam pemahaman
peserta terkait kebijakan, manfaat, serta prosedur layanan dalam Program JKN,” jelas Akmal.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan membuka ruang dialog untuk menerima masukan dari anggota PEPABRI guna mendorong peningkatan kualitas layanan.
Berbagai tantangancdalam implementasi JKN, seperti kesenjangan pemahaman masyarakat dan keterbatasa akses informasi, menjadi perhatian bersama yang perlu diatasi melalui pendekatan kolaboratif.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan layanan, BPJS Kesehatan terus melakukan
transformasi, antara lain melalui digitalisasi layanan, penyederhanaan prosedur, serta
peningkatan kualitas fasilitas kesehatan.
Berbagai kanal layanan telah disediakan untuk memudahkan peserta, baik secara tatap muka, maupun non-tatap muka melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) di nomor 08118165165, Care Center 165, Website BPJS Kesehatan, QR Code, Anjungan Mandiri JKN (AMAN JKN), Media Sosial, SIPP Badan Usaha dan LAPOR!.
“Kemudahan akses pelayanan kesehatan juga terus diperluas melalui penggunaan NIK/KTP,cantrean online, telekonsultasi, hingga keterbukaan informasi layanan di fasilitas kesehatan. Kami juga memberikan perhatian khusus kepada peserta lanjut usia, termasuk para purnawirawan.
Pendekatan layanan yang lebih personal, responsif, serta penguatan upaya promotif dan preventif menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hidup peserta di usia lanjut,” tegas Akmal.
Akmal menambahkan, BPJS Kesehatan mendorong PEPABRI untuk berperan aktif sebagai
bagian dari Gerakan Relawan Daerah JKN (GARDA JKN) dalam menyebarluaskan informasi
yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat.
Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi dan semakin mudah dalam memahami Program JKN.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara BPJS Kesehatan dan PEPABRI di seluruh Indonesia,” tambah Akmal.
Ia mengimbau seluruh anggota PEPABRI beserta keluarganya yang terdaftar dalam Program JKN untuk secara berkala melakukan validasi data kepesertaan apabila terdapat perubahan data diri, susunan anggota keluarga, maupun informasi lainnya.
Kami optimis bahwa melalui sinergi yang kuat dengan berbagai mitra strategis, layanan Program JKN akan semakin mudah, cepat, dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia,”
tutup Akmal.
Turut hadir Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan C. Falah Rakhmatiana, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan Mokhamad Cucu Zakaria, Wakil Kepala Departemen Kesejahteraan DPP PEPABRI Mayjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Yani Basuki, M.Si,dan Ketua DPD PEPABRI Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) WWF Mamahit, Gubernur Sulawesi Utara sekaligus sambutan yang diwakili Kadinkes Provinsi Sulut dr. Rima Fien Lolong, M.Kes dan Walikota Manado Andrei Angouw yang juga memberikan sambutan.
Acara tersebut dilanjutkan dengan talkshow dengan menghadirkan narasumber, yakni Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulut dr. Rima Fien Lolong, M.Kes, Sekretaris PERSI Sulut Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes, dr. Janry Antonius Pangemanan, SpJP(K)FIHA,dan dr. Indra Tarigan, Sp.OG. (ferry)






