Kotamobagu,Koranmanadonews.com- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mengawal ketersediaan dan penyaluran Pertalite di Kota Kotamobagu menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil monitoring, stok Pertalite di SPBU wilayah Kotamobagu dalam kondisi tersedia dan penyalurannya berjalan normal sesuai kebutuhan masyarakat. Pertamina tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran pelayanan di lapangan.

Data Pertamina mencatat permintaan Pertalite di Kota Kotamobagu mengalami peningkatan sebesar 1,09 persen pada periode Juni–Agustus 2026 dibandingkan tiga bulan sebelumnya, yakni Maret–Mei 2026. Perkembangan pola konsumsi tersebut menjadi salah satu aspek yang terus dievaluasi dalam pengaturan kebutuhan penyaluran di wilayah Kotamobagu.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu dan aparat penegak hukum. Koordinasi tersebut diperkuat melalui rapat bersama pada Jumat (4/9) serta pemantauan langsung ke sejumlah SPBU bersama tim gabungan yang melibatkan unsur Pemkot, Dinas Perhubungan, Satpol PP, kepolisian, dan pihak terkait lainnya.
Pertamina juga berkoordinasi dengan IT Bitung dan Elnusa untuk mendukung prioritas pengiriman Pertalite ke SPBU di wilayah Kota Kotamobagu. Realisasi penyaluran dan perkembangan permintaan terus dievaluasi sebagai dasar dalam menjaga kecukupan pasokan di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan langkah pengawasan dilakukan secara terpadu untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan kondisi antrean dapat ditangani dengan baik.
“Pertamina terus mengawal kondisi Pertalite di Kotamobagu melalui pemantauan stok, evaluasi penyaluran, serta koordinasi langsung bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Kami juga melakukan penguatan distribusi melalui koordinasi dengan tim operasional agar kebutuhan SPBU dapat terus terlayani,” ujar Lilik.
Pertamina bersama pihak terkait turut memantau pola transaksi dan aktivitas penyaluran di SPBU. Pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga penyaluran Pertalite sesuai ketentuan dan mengantisipasi adanya pembelian berulang maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Terkait harga Pertalite di tingkat pengecer yang diberitakan lebih tinggi dibandingkan harga resmi, Pertamina menegaskan bahwa penjualan pada tingkat pengecer berada di luar rantai distribusi resmi Pertamina. Masyarakat diimbau memperoleh BBM melalui SPBU atau lembaga penyalur resmi.
Pertamina mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diimbau tetap tenang serta tidak melakukan panic buying karena pembelian secara berlebihan dapat meningkatkan antrean dan memengaruhi kelancaran pelayanan di SPBU.
Apabila masyarakat menemukan kendala pelayanan maupun indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM, informasi dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan. (ferry)






