Koran Manado News– Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara yang mencatat peningkatan signifikan pada Saldo Bersih Tertimbang (SBT).
Temuan tersebut disampaikan Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sulawesi Utara Periode Agustus 2026 yang dirangkaikan dengan Temu Responden 2026 di Manado, Rabu (16/09/2026).
Peningkatan SBT menjadi salah satu indikator yang menggambarkan membaiknya aktivitas usaha pada periode berjalan.
Kondisi tersebut juga sejalan dengan masih kuatnya konsumsi masyarakat di Kota Manado yang tercermin melalui Indeks Penjualan Riil.
Di sisi lain, hasil survei BI menunjukkan Indeks Ekspektasi Harga masih mengindikasikan optimisme harga yang terkendali hingga akhir tahun.
Joko mengatakan, perkembangan dunia usaha dan konsumsi masyarakat tersebut menjadi bagian penting yang terus dipantau BI dalam membaca dinamika perekonomian daerah.
Namun, perkembangan harga tetap menjadi perhatian.
Pasalnya, inflasi Sulawesi Utara hingga Agustus 2026 secara kumulatif tercatat 3,68 persen (ytd).
Karena itu, penguatan sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan kelancaran distribusi.
Langkah tersebut penting agar perkembangan harga tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Sementara dari sektor perbankan, intermediasi juga masih tumbuh positif. Hingga Juli 2026, kredit perbankan Sulut tumbuh 3,08 persen (yoy), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,08 persen (yoy).
Kualitas kredit turut terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,77 persen.
Menurut Joko, berbagai indikator tersebut menjadi bahan bagi BI untuk terus mencermati perkembangan ekonomi Sulut, termasuk dinamika aktivitas usaha, konsumsi dan harga.
Kegiatan Diseminasi LPP dan Temu Responden 2026 mengangkat tema “Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara” dan menghadirkan Chief Economist BCA Group David Sumual serta pebisnis Dahlan Iskan sebagai narasumber.(ferry)






