Koran Manado News — Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan II 2026 tercatat tetap tumbuh solid sebesar 5,42% year-on-year (yoy), berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29% yoy. Capaian gemilang ini ditunjang oleh penguatan sektor investasi dan konstruksi di tengah upaya daerah dalam memperluas ruang pertumbuhan baru.
Momentum positif tersebut mengemuka dalam ajang North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2026 yang dihelat di Hotel Four Points Manado, Jumat (07/08/2026).

Forum strategis ini merupakan puncak rangkaian kegiatan Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara, yang diinisiasi melalui sinergi erat antara Pemerintah Provinsi Sulut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Utara, Kementerian Investasi, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayor Jenderal TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. dan Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H., terus berkomitmen meningkatkan realisasi investasi melalui berbagai kemudahan perizinan, pengembangan promosi, serta pemberian insentif bagi investor.
Dalam hal ini, KPwBI Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Kepala Kantor Perwakilan Joko Supratikto, mengambil peran krusial sebagai katalisator investasi daerah. Bank Indonesia aktif memfasilitasi pengembangan dan peningkatan kesiapan proyek investasi, memperkuat kapasitas pemerintah daerah maupun project owner, serta mempertemukan proyek-proyek potensial dengan investor melalui rangkaian program RIRU, North Sulawesi Investment Challenge (NSIC), hingga NSIF. Upaya ini diarahkan untuk mendorong investasi yang berfokus pada hilirisasi, peningkatan nilai tambah, dan penerapan ekonomi hijau di Sulawesi Utara.
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara, realisasi investasi di Bumi Nyiur Melambai pada triwulan II 2026 menunjukkan angka yang impresif, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp1.284 Miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp749 Miliar.
Transformasi proyek dan penandatanganan Letter of Intent (LoI), melalui pendampingan RIRU yang melibatkan standar international best practices bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) serta konsultan investasi internasional, proyek-proyek daerah telah melalui proses kurasi ketat, penilaian substansi, dan penajaman proposal agar menjadi Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Pada perhelatan NSIF 2026, BI bekerja sama mendatangkan 11 investor potensial. Dari pertemuan tersebut, komitmen nyata diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh tiga investor yang tertarik dengan proyek-proyek strategis di Sulut, dengan rincian:
* PT Reciki Solusi dengan proyek Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bolaang Mongondow.
* EuroCharm Indonesia dengan proyek Infrastruktur Hemodialisa di RSUD Kotamobagu.
* Vabella Ltd dengan proyek MBH/Mokupa Integrated Tourism Estate.
Portofolio Proyek Beragam dan Berkelanjutan
Pelaksanaan NSIF 2026 turut menampilkan berbagai portofolio proyek clean and clear yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Sulut. Sektor yang ditawarkan mencakup perkebunan, perikanan terpadu, pariwisata berkelanjutan (seperti Danau Linow Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara), kawasan industri, infrastruktur, hingga layanan kesehatan publik.
Melalui sinergi yang kokoh antara Pemda, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, forum ini diharapkan mampu menjaga laju pertumbuhan realisasi investasi tahun 2026, memperluas diversifikasi ekonomi, serta memberikan dampak kesejahteraan yang luas bagi masyarakat Sulawesi Utara Melaju (Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan (ferry)






