Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Sulut Tergolong Rendah, Endah Wulansari Sebut Dipengaruhi Beberapa Faktor

Senior Manager Regional (SMR) 4B PT Pupuk Indonesia (Persero), Endah Wulansari, saat diwawancarai usai Media Gathering, Jumat,(17/04/2026) di Bumi Beringin Resto Manado.(foto ferry)

Koran Manado News – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini, realisasinya masih tergolong rendah. Hal itu dikatakan Senior Manager Regional (SMR) 4B PT Pupuk Indonesia (Persero), Endah Wulansari, saat Media Gathering, Jumat,(17/04/2026) di Bumi Beringin Resto Manado.

“Dari total alokasi sebesar 74.032 ton, penyaluran baru mencapai 10.560 ton atau sekitar 14,26 persen,” ujar Endah.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, alokasi pupuk subsidi di Sulut terbagi dalam dua sektor, yakni pertanian dan perikanan.

“Untuk sektor pertanian dialokasikan sebesar 73.817 ton, sementara sektor perikanan sebesar 215 ton,” jelas Endah.

Lanjut dikatakannya, jenis pupuk subsidi yang tersedia meliputi urea, NPK Phonska, pupuk organik, serta SP-36 yang juga dialokasikan untuk sektor perikanan.

“Pupuk ZA Sulawesi Utara tidak mendapatkan alokasi, karena pupuk ZA dikhususkan bagi tanaman tebu, sementara di Sulut mungkin belum ada petani yang membudidayakan komoditas tersebut,” kata Endah.

Dia juga mengakui bahwa realisasi penyaluran yang masih rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Salah satunya, tingginya jumlah petani yang terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), sehingga alokasi yang disiapkan pemerintah menjadi cukup besar,” tandasnya.

Namun, kata Endah, keterbatasan RDKK yang tervalidasi juga menjadi kendala dalam optimalisasi penyaluran pupuk subsidi.

“Alokasi memang cukup tinggi karena jumlah petani terdaftar besar, namun realisasinya masih rendah jika dibandingkan dengan total alokasi,” pungkas Endah.(ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *