Ini Himbauan Bandara Sam Ratulangi kepada Penumpang Jakarta-Manado dan Manado-Jakarta Terdampak Erupsi GAK

Koran Manado News- Bandara Sam Ratulangi mengimbau kepada seluruh calon penumpang, khususnya yang melakukan perjalanan Manado–Jakarta maupun Jakarta–Manado, untuk:

• Memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
• Menghubungi atau mendatangi Customer Service maskapai apabila penerbangan mengalami delay atau cancel.
• Tidak terburu-buru menuju bandara sebelum memperoleh kepastian status penerbangan apabila terdapat perubahan jadwal.
• Mengikuti arahan petugas bandara dan maskapai selama berada di area terminal.

Bacaan Lainnya

“Kami mengimbau penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai. Bandara Sam Ratulangi tetap beroperasi dan seluruh personel kami bersama stakeholder terkait terus melakukan monitoring serta koordinasi untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik,” jelas General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, S.T., M.T.

Bandara Sam Ratulangi Manado akan terus melakukan monitoring, koordinasi, dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap perkembangan situasi serta menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan signifikan terhadap operasional penerbangan.

Bandara Sam Ratulangi Manado tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa dengan mengedepankan prinsip utama: keselamatan adalah prioritas.

Pernyataan Kantor Pusat PT Angkasa Pura Indonesia
Sejalan dengan kondisi operasional tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai menyusul penutupan sementara (Aerodrome Closed) Bandara Soekarno-Hatta berdasarkan NOTAM A3341/26 dan NOTAM penggantinya.

Berdasarkan informasi Kantor Pusat InJourney Airports, terdapat 33 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta, terdiri dari penerbangan internasional maupun domestik. Di rute internasional terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali.

Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan dialihkan ke bandara lain.

Selain Bandara Soekarno-Hatta, status Aerodrome Closed karena indikasi sebaran abu vulkanik juga ditetapkan di Bandara Radin Inten II Lampung.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penerbangan domestik rute dari dan menuju Jakarta.

Menyusul kondisi tersebut, InJourney Airports telah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui Service Recovery Activation (SRA).

Di Bandara Soekarno-Hatta, pelaksanaan SRA mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak, bus untuk mengantar penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan, serta penyiapan area khusus di terminal bagi penumpang terdampak.

Prosedur SRA juga dapat dijalankan di bandara-bandara lainnya, termasuk Bandara Sam Ratulangi Manado, bagi penumpang yang terdampak efek berantai (cascading impact) dari status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung, sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim, menyampaikan bahwa koordinasi antarbandara, maskapai, dan stakeholder terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan penumpang terdampak berjalan dengan baik.

Penanganan Penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado

Di Bandara Sam Ratulangi Manado, penumpang terdampak tetap mendapatkan pendampingan dan informasi dari pihak maskapai.

Para penumpang dapat melakukan proses refund atau re-schedule melalui Customer Service masing-masing maskapai di Bandara Sam Ratulangi Manado, sesuai ketentuan dan kebijakan maskapai.

Kondisi penumpang terpantau baik.

Bandara Sam Ratulangi Manado bersama maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, regulator, dan stakeholder terkait terus melakukan monitoring dan koordinasi untuk memastikan keselamatan serta pelayanan kepada penumpang tetap terjaga.

Potensi Dampak Penerbangan Selanjutnya

Selain penerbangan yang telah mengalami penyesuaian pada pagi hari, terdapat sejumlah penerbangan berikutnya dari dan menuju Jakarta (CGK) yang berpotensi terdampak apabila aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap operasional Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung.

Status penerbangan dapat berubah secara dinamis mengikuti perkembangan NOTAM, kondisi sebaran abu vulkanik, keputusan regulator, layanan navigasi penerbangan, serta kebijakan operasional maskapai.

Penerbangan Kedatangan (CGK → MDC):
Flight Rute ETA/STA Pax Keterangan
GA600 CGK–MDC 13.45 130 Berpotensi terdampak
ID6280 CGK–MDC 16.15 136 Berpotensi terdampak
GA602 CGK–MDC 17.25 140 Berpotensi terdampak

Penerbangan Keberangkatan (MDC → CGK):
Flight Rute STD Pax Keterangan
OEY301 MDC–CGK 11.05 Cargo Berpotensi terdampak
GA601 MDC–CGK 14.45 145 Berpotensi terdampak
ID6281 MDC–CGK 17.00 92 Berpotensi terdampak

Total kapasitas penumpang yang teridentifikasi pada tiga penerbangan kedatangan tersebut adalah 406 penumpang, sedangkan pada dua penerbangan penumpang keberangkatan terdapat 237 penumpang. Penerbangan OEY301 tercatat sebagai penerbangan cargo sehingga tidak termasuk dalam jumlah penumpang tersebut.

“Kami terus melakukan monitoring terhadap penerbangan berikutnya, khususnya rute Jakarta–Manado dan Manado–Jakarta. Kami mengimbau calon penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. Apabila terjadi perubahan, penumpang dapat langsung berkoordinasi dengan Customer Service maskapai di Bandara Sam Ratulangi untuk mendapatkan informasi, termasuk opsi re-schedule atau refund sesuai ketentuan maskapai,” ujar Radityo.

Penambahan daftar penerbangan potensial ini merupakan bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan cascading impact akibat kondisi di Bandara Soekarno-Hatta.

Seluruh jadwal bersifat dinamis dan bukan merupakan konfirmasi bahwa penerbangan tersebut pasti mengalami penundaan atau pembatalan. (ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *