Talaud, Koranmanadonews.com — Penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak menjadi perhatian dalam Karya Bakti Skala Besar di Desa Bulude, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Melalui kolaborasi TNI dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), kegiatan ini berfokus pada pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum serta sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Kodim 1312/Talaud, Korem 131/Santiago, Kodam XIII/Merdeka, dan Unsrat, dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diarahkan untuk memperluas akses terhadap infrastruktur dasar di wilayah kepulauan dan di wilayah perbatasan.
Bagi masyarakat Desa Bulude, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan yang berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari.
Kondisi geografis yang relatif terpencil, keterbatasan sumber air tawar, dan belum meratanya infrastruktur menjadi tantangan dalam penyediaan layanan air bersih dan sanitasi yang memadai.
Pembangunan MCK umum dan sumur bor menjadi langkah untuk menjawab persoalan tersebut.
Penyediaan sumur bor mempertimbangkan kebutuhan warga dan kondisi hidrogeologi setempat, dengan harapan dapat mendukung ketersediaan sumber air yang lebih andal.
Air dari sumur bor dialirkan untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan operasional MCK. Pemanfaatannya untuk memasak maupun konsumsi perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kualitas air serta pengolahan yang diperlukan.
Kehadiran sarana tersebut diharapkan dapat memudahkan warga memperoleh layanan sanitasi yang lebih layak sekaligus mendukung kebersihan lingkungan permukiman.
Manfaatnya akan sangat bergantung pada pengelolaan, kebersihan, dan pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.
Dalam kolaborasi ini, Unsrat berperan sebagai mitra akademik melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, dukungan kajian teknis sederhana, serta pendampingan dalam pengelolaan sarana. Edukasi sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi bagian penting agar pembangunan fisik diikuti oleh perubahan kebiasaan sehari-hari.
Pendampingan tersebut mencakup pentingnya menjaga kebersihan MCK, menggunakan air secara bijak, mencuci tangan dengan sabun, serta merawat lingkungan di sekitar sumber air.
Dengan demikian, fasilitas yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan dengan aman dan bertahan dalam jangka panjang.
Sementara itu, TNI melalui jajaran kewilayahan berperan dalam mobilisasi personel, koordinasi lintas sektor, dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Karya bakti menjadi ruang gotong royong yang mempertemukan dukungan tenaga, pengetahuan, dan keterlibatan warga untuk memenuhi kebutuhan bersama.
Masyarakat dilibatkan sejak persiapan lokasi, pelaksanaan pekerjaan, hingga pemeliharaan sarana.
Keterlibatan ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki sekaligus membangun tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum.
Pengaturan penggunaan, pembagian tugas kebersihan, dan pemeliharaan rutin merupakan unsur penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Melalui pengelolaan yang disepakati bersama, MCK dan sumur bor diharapkan terus berfungsi dan memberikan manfaat yang merata bagi warga.
Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi faktor risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi buruk, meningkatkan kenyamanan lingkungan, serta mendukung aktivitas masyarakat.
Dampak kesehatan tersebut tetap perlu dinilai melalui pemantauan setelah fasilitas tersebut dimanfaatkan.
Upaya di Desa Bulude juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama dalam akses air bersih dan sanitasi yang layak, kehidupan yang sehat dan sejahtera, serta pengurangan kesenjangan dalam pelayanan dasar.
Kolaborasi TNI, Unsrat, pemerintah daerah, dan masyarakat di Desa Bulude menunjukkan peran gotong royong dalam pembangunan wilayah kepulauan. Dengan pendampingan dan pemeliharaan yang konsisten, program ini diharapkan menjadi contoh kerja sama untuk memperluas akses layanan dasar di desa-desa lain di Kepulauan Talaud.
Penulis : Oleh: Dr. Ir. Hariyani Sambali, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Lefrend Manopo, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Jeffrie F. Mokolensang, M.Sc.






