Sebanyak 181 Program KKN-PPM UGM di Bunaken Kepulauan, Camat Imanuel Mandak Sebut Pertemukan Dunia Pendidikan Tinggi – Masyarakat di Destinasi Pariwisata Unggulan Sulut

Koran Manado News– Sebanyak kurang lebih 181 program kegiatan KKN-PPM UGM Seri Bunaken 2026 berhasil dilaksanakan selama mahasiswa berada di tengah masyarakat Pulau Bunaken.

Pengabdian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) selama 50 hari di Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan masyarakat dan potensi pariwisata daerah.

Bacaan Lainnya

Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak mengatakan, rangkaian program tersebut memberikan manfaat nyata karena mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus potensi pengembangan wilayah.

Hal itu disampaikan Mandak dalam kegiatan Audiensi Penarikan Tim KKN-PPM UGM Seri Bunaken 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara, Senin (10/08/2026).

“Terima kasih untuk mahasiswa KKN-PPM UGM Seri Bunaken yang telah selesai melaksanakan tugas pengabdian selama 50 hari full di Pulau Bunaken dengan kurang lebih 181 program kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Mandak.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa UGM di Bunaken juga memiliki dampak lebih luas karena mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan masyarakat di salah satu destinasi pariwisata unggulan Sulawesi Utara.

Mandak menilai, pengalaman mahasiswa selama tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat Bunaken dapat menjadi modal penting dalam memperkenalkan potensi wisata daerah tersebut ketika mereka kembali ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ini merupakan investasi promosi wisata Bunaken 10 sampai 20 tahun ke depan, karena mereka para mahasiswa saat ini akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado yang telah menghadirkan mahasiswa UGM untuk melaksanakan program pengabdian di Bunaken secara berturut-turut selama tiga tahun.

Bagi Mandak, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi yang strategis dalam mendorong pembangunan kawasan kepulauan, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan perguruan tinggi.

“Semoga berbagai inovasi dan program yang telah dilakukan tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan Bunaken. Semangat pengabdian dan kolaborasi ini harus terus berlanjut,” ungkapnya.

Mandak turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Manado Andrei Angouw, Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado yang telah mendukung pelaksanaan KKN-PPM UGM di Pulau Bunaken.

Ia berharap pengalaman selama menjalankan pengabdian di Bunaken dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

“Selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa KKN-PPM UGM Seri Bunaken 2026. Teruslah menggapai cita-cita dan kelak menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan Audiensi Penarikan Tim KKN-PPM UGM tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehlers, Ketua KAGAMA Manado Kolonel Arh Djonlie Kaligis, S.Pd., M.Si., jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado, serta pengurus KAGAMA Sulut dan KAGAMA Manado.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, alumni, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Berakhirnya masa pengabdian 50 hari mahasiswa UGM di Bunaken pun diharapkan bukan menjadi akhir kerja sama. Berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan diharapkan dapat dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi kehidupan warga sekaligus memperkuat daya tarik Bunaken sebagai destinasi pariwisata unggulan Sulawesi Utara.(ferry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *