Koran Manado News-General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Arbie, menegaskan bahwa pihak manajemen terus mengoptimalkan kebijakan sterilisasi area dermaga Pelabuhan Manado.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas untuk mengutamakan keselamatan pelayaran, keamanan, serta ketertiban di lingkungan pelabuhan.
1. Alasan dan Urgensi Sterilisasi
Faktor Keselamatan (Safety First): Penataan ini dilakukan demi melindungi para penumpang yang naik dan turun dari kapal. Berdasarkan evaluasi di lapangan, sempat ditemukan adanya selisih manifest penumpang yang cukup signifikan (mencapai sekitar 200 orang) pada beberapa keberangkatan, yang menjadi alarm penting bagi aspek keselamatan pelayaran.
Pengendalian Akses Operasional: Area dermaga yang berdekatan dengan pusat keramaian seperti Pasar 45 dan Pasar Bersehati ditata agar hanya pihak yang berkepentingan (penumpang resmi serta pengiriman/pengambilan barang) yang dapat memasuki zona operasional dermaga.
2. Peninjauan Langsung Bersama Aparat Terkait
Nurlayla Arbie memimpin langsung inspeksi dan pengecekan lapangan di area dermaga (seperti Dermaga 1, 3, dan 4).
Peninjauan ini dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk jajaran Polri, TNI, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Utara.
Langkah kolaboratif ini menunjukkan keseriusan berbagai instansi dalam menata wajah Pelabuhan Manado agar lebih tertib.
3. Solusi bagi Penumpang dan Pekerja Pelabuhan (Porter/Buruh Bagasi).
Pelindo Regional 4 Manado berkomitmen menjalankan sterilisasi secara humanis dengan memperhatikan hak-hak pengguna jasa maupun para pekerja lokal:
Aturan Masuk Area: Bagi penumpang atau pengirim/pengambilan barang titipan, dipersilakan masuk ke area Pelabuhan Manado dengan membawa barang bawaan sendiri atau memanfaatkan jasa resmi yang tersedia.
Pemberdayaan Jasa Porter/Buruh Bagasi: Pelindo tidak mematikan mata pencaharian buruh bagasi atau porter setempat. Pengadaan sarana pendukung seperti troli dikoordinasikan secara langsung bersama koperasi dan buruh bagasi setempat.
Tarif Jasa Berbayar yang Jelas: Penggunaan jasa porter atau buruh bagasi bersifat berbayar, dan pihak manajemen mengimbau agar pengguna jasa memastikan kesepakatan harga terlebih dahulu sebelum menggunakan jasa tersebut demi kenyamanan bersama.
4. Evaluasi dan Harapan ke Depan.
Nurlayla Arbie menyampaikan permohonan maaf apabila pada tahap awal penyesuaian atau sterilisasi ini sempat menimbulkan sedikit ketidaknyamanan bagi sebagian pihak atau pedagang.
Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan demi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui pembenahan ini, Pelindo Regional 4 Manado berharap aktivitas pelayaran, arus penumpang, dan distribusi barang di Pelabuhan Manado dapat berlangsung secara tertib, aman, nyaman, serta berstandar keselamatan tinggi sejalan dengan slogan pelayanan “Melayani Sepenuh Hati”.(ferry)





