Unsrat Berdayakan Nelayan Pulau Nain melalui Teknologi Keramba Jaring Apung

Foto bersama tim kegiatan dan masyarakat setelah diskusi.(foto ist)

Minut, Koranmanadonews.com- Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pesisir di Desa Nain Tatampi, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Diskusi bersama kelompok nelayan Bintang Laut di Desa Nain Tatampi.(foto ist)

Kegiatan ini dilakukan melalui introduksi teknologi budidaya ikan laut berbasis Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai upaya mendukung ekonomi biru dan kemandirian ekonomi nelayan.

Bacaan Lainnya

Program Kemitraan Masyarakat Klaster 1 (PKM-K1) ini dipimpin Prof. Dr. Ir. Jeffrie F. Mokolensang, M.Sc., bersama Prof. Dr. Eng. Ir. Lusia Manu, M.Sc. dan Nancy J. Tuturoong, S.T., M.Kom., serta melibatkan mahasiswa Unsrat.

Kegiatan melibatkan kelompok nelayan Bintang Laut dan masyarakat setempat melalui diskusi serta pendampingan lapangan.

Konstruksi keramba jaring apung setelah dipindahkan ke perairan.(foto ist)

Pertemuan membahas tantangan budidaya, antara lain keterbatasan sarana dan keterampilan teknis, tingginya biaya pakan, serta ketergantungan pendapatan pada hasil penangkapan ikan yang dipengaruhi musim dan cuaca.

Salah satu capaian program adalah terbangunnya unit KJA demonstrasi sebagai sarana praktik dan pembelajaran masyarakat.

Persiapan pemasangan jaring pada unit KJA.(foto ist)

Prosesnya mencakup pembuatan rangka, pemasangan pelampung, pemindahan konstruksi ke perairan, dan persiapan pemasangan jaring.

KJA tersebut berpotensi digunakan untuk budidaya ikan laut bernilai ekonomi, termasuk bobara atau kuwe (Caranx spp).

Selain pengenalan konstruksi KJA, program menekankan pengetahuan manajemen pakan, pemeliharaan ikan, pengelolaan kualitas perairan, pencatatan usaha, serta pemasaran hasil budidaya. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan kegiatan budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.

Penerapan KJA merupakan langkah awal diversifikasi mata pencaharian masyarakat pesisir.

Dalam kerangka ekonomi biru, pengembangan usaha diarahkan agar produktif sekaligus memperhatikan daya dukung dan kelestarian lingkungan laut.

Ke depan, pendampingan teknis dan pemantauan kualitas perairan diperlukan untuk menilai kinerja unit demonstrasi sebelum usaha diperluas.

Program ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat pesisir.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *