Koran Manado News — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengambil langkah taktis dalam meredam laju inflasi daerah yang kerap disumbangkan oleh fluktuasi harga komoditas hortikultura, khususnya cabai atau yang akrab disebut rica oleh masyarakat setempat.

Bertempat di halaman Kantor Perwakilan BI Sulut, Senin (02/11/2026), BI Sulut secara resmi menyalurkan bantuan ribuan bibit rica kepada Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Langkah kolaboratif ini difokuskan untuk mendorong gerakan menanam mandiri di tingkat rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut, Joko Supratikto, dalam keterangannya saat diwawancarai sejumlah media di sela-sela kegiatan, menegaskan bahwa komoditas rica atau cabai memegang peranan krusial dan sering kali menjadi salah satu pemicu utama volatilitas inflasi (volatile food) di Sulawesi Utara.
”Kenaikan harga pangan bergejolak, terutama rica, memberikan andil yang cukup signifikan terhadap angka inflasi kita.
Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa hanya bersifat jangka pendek di pasar, melainkan harus menyentuh akar hulu masalahnya, yakni ketersediaan pasokan dari tingkat rumah tangga,” ujar Joko di hadapan para awak media, Senin (02/11/2026).
Menurut Joko, pelibatan TP PKK merupakan strategi yang paling efektif karena jaringan organisasi ini menjangkau langsung para ibu rumah tangga hingga ke tingkat kelurahan dan desa.
Dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing untuk menanam rica, kebutuhan dapur harian diharapkan dapat disuplai secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar tradisional yang rentan mengalami lonjakan harga saat cuaca ekstrem atau gangguan distribusi.
“Kami mengapresiasi sinergi yang kuat bersama TP PKK. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam rica secara mandiri, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi turut berpartisipasi aktif dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah dari lingkungan terkecil,” tambahnya.
Program pembagian bibit rica ini disambut antusias oleh jajaran pengurus TP PKK yang hadir dilokasi.
Penyaluran ini diharapkan menjadi stimulus awal bagi gerakan masif urban farming di perkotaan maupun pedesaan di Sulawesi Utara.
Melalui langkah konkret ini, BI Sulut optimis sinergi lintas sektor bersama TP PKK mampu membangun ketahanan pangan keluarga yang tangguh, sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Merry Mailangkay Kalalo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut secara khusus menyasar Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara. Kedepan, program serupa diharapkan dapat dilaksanakan di daerah lain di Sulawesi Utara.
Menurut Merry, gerakan menanam cabai merupakan langkah nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mengingat cabai menjadi salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih produktif dan mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Masyarakat pun diharapkan mulai membiasakan diri menanam cabai di lingkungan tempat tinggal, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari pasar.
“Cukup beberapa pohon cabai di pekarangan atau di dalam pot, dampaknya akan sangat besar bagi ketahanan pangan keluarga dan daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menjadi mitra pemerintah dalam mendorong praktik baik di bidang ketahanan pangan.
Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya mendukung kemandirian pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi serta mendorong gaya hidup produktif di tengah masyarakat.
Melalui lomba pembuatan video edukatif, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan mengenai tahapan menanam cabai, mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, hingga proses panen. Video tersebut juga dapat menjadi sarana berbagi informasi dan menginspirasi masyarakat untuk menerapkan praktik serupa di rumah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi titik awal bagi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan sempit dan pot, sebagai sumber pangan keluarga.
Turut hadir Deputi BI Sulawesi Utara Darmawan Hutabarat dan Purwanto, dan Ketua TP PKK Kota Manado Ny Irene Golda Angouw Pinontoan, SE, Sekretaris TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Sherly Mewengkang Nayoan, Sekretaris TP PKK Kabupaten Minahasa Utara Diana Dondokambey Kesanti, serta pengurus TP PKK lainnya. (ferry)






